Tradisi Methil merupakan salah satu warisan budaya masyarakat agraris yang hingga kini masih terus dilestarikan oleh warga Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah, sekaligus wujud kebersamaan dan gotong royong antarwarga dalam menjaga adat serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Suasana penuh kebersamaan tampak dalam pelaksanaan Tradisi Methil tahun ini. Warga Desa Tambakromo dengan penuh semangat mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari doa bersama, kirab hasil bumi, hingga hiburan rakyat yang semakin menambah kemeriahan acara. Tradisi ini bukan hanya menjadi agenda budaya, namun juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Kegiatan Tradisi Methil Desa Tambakromo tahun ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Ngawi,Bapak Yudho Ari Saputro, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Bapak Hartono, S.Kom. Kehadiran para wakil rakyat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tambakromo Bapak Mokhamad Suhadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Tambakromo yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Tradisi Methil diharapkan dapat terus menjadi identitas budaya yang membanggakan sekaligus mampu mendorong potensi wisata budaya di Kabupaten Ngawi.
Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Tradisi Methil Desa Tambakromo diharapkan terus lestari dari generasi ke generasi, menjadi simbol rasa syukur, persatuan, dan kekuatan budaya masyarakat pedesaan di Kabupaten Ngawi.